Senin, 04 Oktober 2010

Thalhah Bin Abdullah

Ifah ambil dari Blog : http://lathifatussyarifah.multiply.com/journal
Membaca cerita ini, hatiku gemetar, tak terasa ait mata mangalir. tanyapun dala hati bergejolak. akankah Rosulullah kelak dapat mengenaliku sebagai salah satu hambanya?
mari siak kisah berikut. semoga dapat menambah kecintaan kita pada Rosulullah...

Thalhah bin Abdullah merupakan sosok muslim yang sangat pemberani dan setia terhadap Nabi Muhammad Saw, sebelum memeluk Islam Thalhah bin Abdullah adalah seorang pedagang, sewaktu ia berdagang di pasar Bushra, dia melihat dan mendengar seorang pendeta sedang berseru,

      "wahai para pedagang adakah kalian yang berasal dari mekkah??"

      Thalhah yang berdiri di dekat pendeta itu pun menjawab
      "ya... aku penduduk mekkah"

      pendeta itu pun langsung bertanya "apakah sudah muncul di tengah-tengah kalian seseorang yang bernama Ahmad"

      "Ahmad yang mana??"Thalhah bin Abdullah balik bertanya.

      "Ahmad bin Abdullah bin Abdul Muthalib, bulan ini dia pasti muncul, dia adalah seorang nabi penutup dan dia akan hijrah meninggalkan tanah Harram menuju ke negri yang banyak bebatuan dan di tumbuhi oleh pohon kurma yang lebat, negri yang memancarkan air dan garam. Sebaiknya cepatlah wahai pemuda engkau temui dia."


Setelah pulang dari Bushra Thalhah langsung bertanya tentang Muhammad kepada keluarganya tentang kejadian di Mekkah,
"ada kejadian di Mekkah ini, Muhammad bin Abdullah mengaku dirinya nabi, Dan Abu Bakar percaya dan mengikuti ajaranya"

Mendengar penjelasan dari keluarganya, Thalhah langsung bergegas menemui Abu Bakar, karena Thalhah sangat mengenal sosok Abu Bakar yang berbudi tinggi dan berkepribadian lurus untuk meminta penjelasan tentang sosok Muhammad.

Sesampainya di sana Thalhah langsung bertanya "apakah benar bahwa Muhammad mengaku sebagai nabi dan anda mempercayainya" Abu bakar pun langsung mengiyakannya. Lalu Abu bakar menceritakan tentang kisah Rasulullah mulai dari peristiwa di gua Hiro sampai turunya ayat pertama. Thalhah pun menceritakan kejadiannya di Bushra kepada Abu Bakar, Abu Bakar tercengang mendengar cerita Thalhah, Abu Bakar pun mengajak Thalhah untuk memeluk Islam dan menemui Rasulullah.

Sesampainya di tempat Rasulullah, Rasulullah menceritakan tentang Islam dan membacakan beberapa ayat Al-Qur'an. Thalhah pun merasa senang dan memutuskan menjadi orang yang keempat yang memeluk Islam.

Keluarga dan orang sepersukuannya yang mengetahui keislam Thalhah berusaha mengembalikan Thalhah ke agama nenek moyangnya, mereka membujuk dan merayu secara perlahan namun keimanan Thalhah tidak tergoyahkan. Setelah cara halus tidak berhasil keluarga dan orang dari sukunya mulai menyiksa Thalhah, tangan Thalhah di ikat di atas kuduknya sembari di pukul dan di cambuk, ibunya pun ikut memaki Thalhah dengan umpatan-umpatan yang kejam.

Kemudian, Naufal bin Khuwalid yang dijuluki sebagai “Asadul Quraisy” (Singa Quraisy), berdiri di hadapan Thalhah dan mengikatnya dengan tali. Kemudian diikatnya pula Abu Bakar Shiddiq. Sesudah itu, kedua-duanya disatukannya, lalu diserahkannya kepada para jagoan dan tukang pukul kota Makkah, untuk disiksa sesuka hati mereka. Maka sejak itu, Thalhah dan Abu Bakar digelari orang “Al Qarinain” (Sepasang sahabat yang terikat).

Setelah beberapa waktu islam mengalami peperangan dengan kaum kafir, diantara peperangan itu ada peperangan yang terjadi di bukit Uhud yang di menangi oleh kaum kafir.

Dalam perang itu, Rasulullah mengalami patah taring kening dan bibirnya luka, sehingga darah mengucur di muka beliau, dan beliau kepayahan. Karena itu Thalhah menerkam musuhnya dan menghalau mereka sekuat tenaga, supaya mereka tidak dapat menghampiri Rasulullah. Kemudian Thalhah kembali ke dekat Rasulullah, lalu dinaikkannya beliau sedikit ke bukit, dan disandarkannya ke tebing. Sesudah itu kembali menyerang musuh, sehingga dia
berhasil menyingkirkan mereka dari Rasulullah.

Kata Abu Bakar, “ Saya dan Abu Ubaidillah bin Jarah ketika sedang berada agak jauh dari Rasulullah. Setelah kami tiba untuk membantu beliau bersabda “Tinggalkan aku! Bantulah Thalhah, kawan kalian!” Kami dapati Thalhah berlumuran darah, yang mengalir dari seluruh tubuhnya. Di tubuhnya terdapat tujuh puluh sembilan luka bekas tebasan pedang, atau tusukan lembing, dan lemparan panah. Pergelangan tangannya putus sebelah, dan dia terbaring di tanah dalam keadaan pingsan.

Rasulullah bersabda sesudah itu mengenai Thalhah,“Siapa yang
ingin melihat orang berjalan di muka bumi sesudah mengalami kematiannya, maka lihatlah Thalhah bin Ubaidillah!” Bila orang membicarakan perang Uhud di hadapan Abu Bakar Shiddiq, maka Abu Bakar berkata "perang hari itu adalah peperangan Thalhah keseluruhan".

Tidak ada komentar :